Latest Post

Ikhwanul Muslimin Mustahil konflik dengan Dewan Militer Mesir

Written By Pelatihan blog4 on Jumat, 13 Januari 2012 | 13.41

Muhammad Syafii Tampubolon | Buat Lencana Anda



Ikhwanul Muslimin Mustahil konflik dengan Dewan Militer Mesir



Semenjak menjabat Mursyid 'Amm Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM), Pernyataan-pernyataan beliau memicu perdebatan dan mengemukakan problema-problema yang dihadapi palestina, juga menyerang pemuda-pemuda revolusi.. 

Mahdy Akif, mantan Mursyid IM menegaskan melalui media (radio dan televisi) bahwa rakyat Mesirlah yang melakukan revolusi, bukan pemuda-pemudanya. Dan koalisi itu tidak ada, kalau mereka sungguh-sungguh cukuplah bagi mereka satu koalisi untuk menduga bahwa dewan militer punya andil atas peristiwa yang terjadi sekarang namun jauh sekali terjadinya konflik antara IM dan militer. 

Akif mengungkapkan: Saya tidak percaya dengan Amerika atau apapun yang yang diberikannya kepada Mesir, adapun tujuan kunjungan pejabat-pejabatnya ke kantor IM adalah untuk mengenal pemikiran kelompok ini.

Rasha Hafiz – Sara Jamal

+Bagaimana anda menanggapi peristiwa jum’at (pembebasan Mesir)?


-Tindakan-tindakan yang bersumber dari sebagian organisasi ini kami anggap tindakan yang tak bertangggungjawab serta tidak mengedepankan kemaslahatan Mesir, seharusnya mereka meletakkan kepentingan Negara di atas kepentingan pribadi. Saat ini Mesir membutuhkan akal-akal dan jiwa manusia yang memperjuangkan kemerdekaan dan kebangkitannya serta jauh dari hal-hal kecil yang mereka perbicarakan seperti menyerang dewan militer.

+ Anda mengatakan mereka lupa bahwa yang dibutuhkan mesir saat ini adalah kestabilitasan, siapa mereka yang anda maksud?


-Tidak tahu.. Tapi siapapun yang membantu mensabotase Mesir maka dia termasuk orang-orang yang melupakannya.

+Terkadang tuduhan itu ditujukan kepada orang-orang di tahanan thurrah, kadang terhadap dewan militer, kadang pula kepada adanya kelompok ketiga.. Apa pendapat anda?


- Tidak tahu.. Tapi saya tidak akan memberikan kesempatankepada mereka. Pemuda-pemuda yang turun disana-sini serta mengklaim tuntutan-tuntutan bohong belumlah melakukan revolusi atau pemberontakan, sesungguhnya rakyatlah yang melakukannya dan ditolong oleh tentara.

+Tapi bukankah para pemuda yang mengobarkan api revolusi dan rakyat menggabungkan diri dengan mereka?


-Tidak….. kita tidak membutuhkan yang namanya pemuda ((perancang revolusi adalah rakyat dan Allah yang membantu memenangkan mereka karena mereka adalah bangsa yang beriman dan bersabar sehingga Allah membalas mereka. Apa yang terjadi selama 18 hari saat berlangsungnya revolusi menjelmakan akhlaq bangsa Mesir. Orang kristen berdiri disamping orang islam dan tidak terjadi fitnah apapun.

+Apa kometar anda tentang peristiwa yang terjadi sekarang, apakah merupakan pelaksanaan rencana pengacauan seperti yang dituturkan oleh Condoleezza Rieze(Menlu AS)?


-Anak muda masa kini menderita rabun penglihatan dan tergesa-gesa dalam bertindak tanpa menyadari situasi sebenarnya, jadi tugas kitalah untuk mendidik dan memberikan perhatian, menjelaskan hal sebenar, serta menjadikannya terbiasa menimbang setiap langkah yang diambil. Hendaklah ia bersabar sehingga kita dapat menstabilkan institusi Negara. Dan bagi kita semua tanpa terkecuali untuk tidak menuntut selain mengembalikan kehidupan demokrasi melalui institusi Negara yang terpilih, inilah tujuan yang harus diperjuangkan oleh semua lapisan masyarakat. Terimakasih kepada dewan militer yang memelihara institusi Negeri ini dari kerusakan.

+Dan koalisi para pemuda revolusi?


-Koalisi itu tidak ada dasar dan keeksisannya, sepertinya sudah terbentuk 100 koalisi, kalau mereka bersungguh-sungguh maka cukuplah satu koalisi yang terhimpun didalamnya semua pemuda revolusi sehingga nyatalah peran mereka dan bagi yang tidak bisa bekerjasama dengan saudaranya maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa.

+Pencegahan anda terhadap IM untuk tidak bergabung dalam peristiwa jum’at adalah pencegahan dari memuliakan kebebasan?

Ketidakikutsertaan kami dalam hal seperti ini karena ia penyia-nyiaan terhadap waktu sedangkan kita bisa menyibukkan dengan menciptakan keamanan dan memberikan keselamatan bagi masyarakat sehingga dapat mengembalikan ketentraman dan keluhurannya.

+Tapi ada pernyataan bahwa IM sibuk meraih kursi terbanyak di parlemen dan mengabaikan Mesir?


-Kami berusaha mewujudkan kestabilitasan dan membangun institusi negara serta menolak berjalan barsama demonstran begitu juga merespon teriakan-teriakan anarkismenya. Maka apakah kami harus turun ke jalan dan ikut berdemo agar tidak dikatakan seperti ini? Perkara ini tidak ada nilainya, hendaknya kita memikirkan bagaimana menghantarkan negeri ini kepada ketentraman dan ketenangan serta menciptakan Mesir yang madani.

+Bagaiman tentang penyeretan kaum pemudi pada kejadian-kejadian di dewan menteri?
-Baik keluarnya kaum wanita maupun tindakan militer, keduanya sama-sama kami tentang. Tapi perkara ini telah berakhir dengan permohonan maaf dari dewan militer atas peristiwa tersebut, jadi hendaknya kejadian ini dilupakan saja sehingga kita bisa sampai pada tujuan dasar.

+Anda mengatakan bahwa rakyatlah yang melakukan revolusi baik laki-laki maupun perempuan, tapi sekarang anda menolak keluarnya para pemudi dan mengatakan agar kejadian ini dilupakan saja?


-Apa yang terjadi adalah rekayasa baik dari orang-orang di tahanan thorroh maupun dari sisa-sisa pemerintah sebelum ini atau juga dari amerika. Jadi hendaklah kita memproklamirkan bahwa kejadian ini tidak benar dan bersama maju untuk meningkatkan perekonomian ummat dan meyebarkan kedamaian sehingga Mesir selamat dari ketergelinciran dan kita dapat mengkalkulasikan yang rusak dan salah. Bukan rahasia lagi bahwa dewan militer punya andil atas apa yang terjadi. Baik direncanakannya maupun akibat dari kegagalannya dalam memerintah selama fase peralihan ini. Saya lebih memberatkan alasan kedua yaitu dewan militer gagal dalam mengatur negeri karena itu hendaklah ia segera menyerahkan tampuk kekuasaan kepada dewan kepemimpinan sipil.

+Wakil ketua IM mengumumkan penolakannya terhadap pemilihan presiden sebelum peraturan perundang-undangan, apa sanggahan anda?

-Saya juga mengutamakan undang-undang dulu, jadi kita berkomitmen dengan langkah-langkah demokrasi yang benar. Pertama pemilihan anggota parlemen kemudian pemilihan panitia perumus undang-undang setelah itu barulah pemilihan presiden. Undang-undang ini tidak menghabiskan waktu lebih dari 15 hari. Dari empat bab hanya satu yang belum kami sepakati, setiap ahli perundang-undangan menyampaikan opininya berarti hanya membutuhkan satu atau dua sidang lagi untuk menyelesaikannya. Sedangkan yang berhubungan dengan calon saya tidak punya sampai majlis syuro IM berkumpul dan mengajukan calonnya atau mengemukakan pendapatnya, walau bagaimanapun kami belum menentukan calon.

+Dan dewan konsultatif.. kenapa kalian menarik diri darinya?
-Konsultatif ide brilliant untuk membantu dewan militer. Tapi ketika misinya tercacat maka dia tidak akan menjadi konsultan. Ketika IM merasa bahwa di sana ada manipulasi maka ide ini tidak diterimanya.

+Tapi diungkapkan bahwa dewan konsultatif adalah dinding penghalang bagi dewan militer dan keputusan-keputusannya tidak diwajibkan?
-Tidak ada seorang pun yang bisa menanggung kesalahan orang lain begitupula dewan konsultatif tidak akan bisa menanggung kesalahan dewan militer.

+Ada kekhawatiran dari kelompok islam, mengapa?
-Ikhwanul muslimin sesuai dengan janjinya, dalam hal ini saya katakan kalau kami kalah atas kalian maka tidak usahlah kalian memberi kami suara pada pemilihan yang akan datang. Sebagian besar anggota IM berkata kami hanya menginginkan 50% kursi di parlemen dan kami telah mencapai 40%. Jadi apa dosa kami kalau rakyat mesir memilih kami atas keinginan mereka sendiri dan tanpa paksaan.

+Tapi mayoritas penduduk Mesir ini buta huruf tidak bisa baca tulis dan penuh simpati jadi cara mudah untuk menaklukkannya melalui penyebar agama?
-Ia berkata dengan mengejek. “apa maksudnya” orang buta huruf ini pemahamannya lebih baik dibanding kebanyakan orang berpendidikan. Kalau kalian mendatangi para petani kalian akan mendapati mereka memiliki pendapat yang benar tentang berbagai macam perkara.

+Partai Nur Salafy menempati peringkat kedua dari hasil perolehan kursi di parlemen, apakah akan ada aliansi diantara kalian?
-Saya tidak tahu, kami suatu kelompok dan salafy kelompok yang lain. Tapi kita semua adalah jama’ah salafiyah berpegang teguh kepada quran dan sunnah dalam hal usul dan bukan furu’. Tugas kita semua adalah bekerjasama demi kebaikan Mesir.

+Tugas kalian adalah bekerjasama untuk kemaslahatan Mesir, jadi bagaimana bentuk kerjasama kalian dengan kelompok sekulerisme dan liberalisme?
-Banyak dari kalangan libelarisme dan sekulerisme yang berkompeten, mereka dipilih oleh masyarakat, ini menunjukkan kredibilitas mereka yang harus dihormati.

+Amerika membuka pintu masuknya donasi bagi organisasi-organisasi masyarakat modern. Apakah anda berkeyakinan bahwa donasi ini sebagai penopang kelompok sekulerisme dalam menghadapi kelompok islam?
-Saya tidak memiliki kepercayaan terhadap Amerika serta apa yang diberikannya. Jika donasi ini dijadikan penunjang kelompok lain dalam menghadapi kelompok islam maka selamat datang, semoga mereka kuat dalam berkonfrontasi dengan kami, saya suka berkompetisi dengan yang kuat bukan yang lemah.

+Bagaimana tentang pertemuan antara pemimpin IM dengan pejabat Amerika?

-Kami mempunyai pripsip yang kami junjung yaitu kami bergaul dengan semua orang namun soal pemerintahan bila ada yang ingin berbincang dengan saya saat saya menjabat mursyid IM dulu maka ia harus datang melalui jalur kementrian luar negeri Mesir sebagai penghormatan terhadap Negara saya. Kalau sekarang kita tidak diharamkan lagi maka markas IM dan FJP bisa dikunjungi semua orang mulai dari pejabat pemerintah para dubes dan menlu. Supaya mereka mengenal kita dan kita mengenal mereka. Jadi kunjungan-kunjungan ini adalah untuk saling berkenalan.

+ada yang menyatakan bahwa anda berkata “selamat tinggal” kepada umat kristen ketika mereka merisaukan kemenangan umat islam dengan memperoleh kursi terbanyak di parlemen?
-Saya tidak mengatakan itu dan tidak mungkin dikarenakan kami kelompok islam hingga orang-orang qibti menjadi risau, buktinya kami hidup bersama mereka dan mereka memberi kami suara.

+Tapi ada sesuatu yang ditakutkan oleh kebanyakan penduduk Mesir?
-Siapa yang takut terhadap IM sesungguhnya dia mendengar perkataan minoritas yang menyebarkan desas-desus untuk memprovokasi rasa takut dan panik di hati masyarakat khususnya setelah kami menyapu bersih pada pemilihan anggota parlemen. Kalau orang-orang masehi mereka menemui saya dan berbicara langsung.

+Diungkapkan bahwa IM pada tahun pertama di kancah perpolitikan, dikhawatirkan akan membawa kerugian bagi kepentingan Negara?
-Ini adalah perkataan orang bodoh, mereka memperhitungkan wisata untuk kaum wanita dan anggur. Pariwisata tidak melebihi 1% dalam proyek yang kami tawarkan. Tapi proyek pariwisata itu besar karena negeri kita kaya akan objek wisata peninggalan-peninggalan dari zaman fira’un romawi dan islam. Kita akan menyediakan peraturan bagi wisatawan sehingga mereka terbantu dengannya. Dan promosi pariwisata Mesir tidak bertentangan dengan kepentingan Negara.

+Terdapat kecurigaan akan adanya transaksi antara IM dan dewan militer, bagaimana anda menanggapinya?
-Saya sedih sekali ketika mendengarnya. Kalian telah menyaksikan sendiri bagaimana sikap kami terhadap dewan militer. Baik dari kejadian di jalan Muhammad Mahmud atau apa yang menimpa pemudi-pemudi Mesir begitu juga dari piagam perdamaian.

+Apakah konflik antara IM dan dewan militer ditangguhkan?

-Konflik tidak menjadi agenda IM dan tidak pula terdapat dalam kamusnya. Bahkan mustahil terjadinya konflik antara IM dan militer karena kami berusaha saling memahami berdialog berdiskusi dan menentang hal yang salah.
Akif menyambung dengan suara keras. IM tidak akan mengintervensi pendeklarasian undang-undang dan tidak akan menoleransi siapapun untuk mengintervensi. Menurut saya kelompok-kelompok masyarakat akan menyetujui prinsip perundang-undangan. Terdapat dua cara untuk itu, suara mayoritas dan kesepakatan. Kalau mereka sepakat maka selesai perkara tapi kalau belum maka mayoritas yang menjadi ukuran karena tidak mungkin Mesir dipimpin oleh minoritas.

+Apa pendapat anda tentang pemerintahan Ganzoury?
-Kita semua tau masa pemerintahannya enam bulan dengan nilai positif dan negatifnya. Beliau adalah sosok lelaki yang baik darinya kita mendengar hal yang baik khususnya ketika beliau menjadi perdana menteri.

+Posisi yang diambil umat islam dalam menanggapi kesepakatan Camp David melahirkan kekhawatiran bagi Amerika dan Israel, bagaimana sikap kalian?
-Kami menghormati setiap kesepakatan namun untuk yang ini kami menolaknya, walaupun begitu kami tidak bisa mengambil keputusan yang berjauhan dengan rakyat, jika rakyat menetapkan untuk dihapus maka kami akan menghapusnya tapi jika mereka menginginkannya maka kami akan menjaganya. Dan IM bukanlah bangsa melainkan bagian dari bangsa.

+Apakah kalian akan berpartisipasi dalam memformat pemerintahan yang baru?
-Ya, DPR adalah tim formatur pemerintahan, baik bersepakat dengan presiden ataupun dengan dewan militer.
Mesir adalah negara besar dan semua yang terjadi adalah perkara kecil. Dia akan stabil dengan institusinya yang terpilih. Jadi hendaknya kita mengharuskan diri kita dan bangsa ini untuk memikirkan kepentingan tanah air dan perkembangan umat.


=======

MAHDI 'AKIF

Profil
Nama : Muhammad Mahdi ‘Akif
Tempat Tanggal Lahir : Kafr Awad Al Seneita prov. Dakahliya , 12 juli 1928
Pendidikan terakhir : Fak. Hukum Univ. Ain Syam
Status : Menikah memiliki 4 anak

Pengalaman :
• Penasehat WAMY di Riyadh tahun 1974
• Direktur Islamic Center di Munich
• Anggota parlemen daerah tahun 1987
• Mursyid Am Ikhwanul Muslimin VII tahun 2004-2009
• Beliau mengenal Ikhwanul Muslimin sejak usia 12 tahun tahun 1940 dan dididik oleh para syekhnya.

Diterjemahkan oleh Zahratul Jannah, Lc. dari Majalah al-Idza'ah wa Televiziun Mesir (Edisi Januari 2012)

Sumber

Benarkah Ada Tarif Nikah mut’ah?

Written By Pelatihan blog4 on Kamis, 12 Januari 2012 | 18.28

Muhammad Syafii Tampubolon | Buat Lencana Anda


Hidayatullah.com—Sebuah berita mengejutkan, Yayasan Astan Quds al-Ridhawy –yang merupakan sebuah yayasan yang mengurus wakaf dan urusan agama serta beberapa perusahaan bisnis besar di dalam dan di luar kawasan Khurasan- dikabarkan telah mengumumkan permintaan untuk mendatangkan para gadis yang umurnya berkisar antara 12 hingga 35 tahun untuk melakoni profesi mut’ah (pernikahan kontrak).

Pengumumun ini muncul setelah semakin bertambahnya permintaan terhadap layanan mut’ah dari para turis yang datang ke Kota Masyhad, demi menciptakan iklim spiritual yang nyaman bagi para turis, serta sebagai alasan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala melalui pelaksanaan ritual ini.

Berita ini datang dari laman http://www.aansar.com. Berikut terjemahan dokumen pengumuman tersebut;

“Bismillahirrahmanirrahim

Nikah itu adalah sunnahku

Yayasan Astan Quds Ridhawy (Propinsi Masyhad, Kota al-Ridha) mengumumkan tentang maksudnya untuk mendirikan sebuah markas tempat melangsungkan akad nikah untuk waktu pendek (short time) di dekat kuburan Imam al-Ridha alaihissalam, demi meningkatkan iklim spiritual dalam masyarakat dan demi menciptakan iklim ruhani dan ketenangan bagi kawan-kawan peziarah yang mengunjungi kawasan makam Imam sementara mereka jauh dari keluarga mereka.

Untuk itu, maka pihak Yayasan meminta kepada seluruh akhawat mukminah yang masih perawan, yang usianya belum melampaui 12 sampai 35 tahun, pihak Yayasan mengajak mereka untuk memberikan bantuan dan terlibat dalam proyek ini.

Masa kontrak bagi akhawat yang mau terlibat dalam pekerjaan ini adalah 2 tahun, dan yang menjadi kewajiban bagi akhawat yang terikat kontrak dengan Yayasan al-Ridhawy adalah melakukan Nikah mut’ah selama 25 hari setiap bulan selama masa kontrak kerja.
Dan masa kontrak akan dihitung dari bagian masa kerja, dan masa kerja untuk setiap akad (Mut’ah) berkisar antara 5 jam hingga 10 hari dengan setiap pria.

Nilai bayaran yang ditetapkan untuk setiap akad Mut’ah dalam penjelasan berikut:
a. Mut’ah 5 jam : 50.000 Tuman (50 Dolar)
b. Mut’ah 1 hari: 75.000 Tuman (75 Dolar)
c. Mut’ah 2 hari: 100.000 Tuman (100 Dolar)
d. Mut’ah 3 hari: 150.000 Tuman (150 Dolar)
e. Mut’ah 4 s/d 10 hari: 300.000 Tuman (300 Dolar)
f. Sementara para akhawat yang baru pertama kali melakukan nikah mut’ah akan mendapatkan bayaran 150.000 Tuman sebagai pengganti penghilangan keperawanannya.”

Belum ada penjelasan lebih rinci tentang berita ini. Apakah ini benar terjadi atau hanya sekedar isu belaka. Hanya saja, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ahlul Bait Indonesia (DPP ABI) Hasan Dalil Alydrus membantahnya.

Menurut Hasan Dalil, isu adanya tarif dalam nikah mut’ah hanya bagian tak terpisahkan dari serangan Zionis-Yahudi untuk memecah-belah persatuan umat Islam, baik Sunni dan Syi’ah. Ia bahkan mengajak media ini untuk meredam suasana agar tak terpengaruh isu ini.*/M.Ihsan Zainuddin

Sumber

Batu dan manusia bahan bakarnya

Written By Pelatihan blog4 on Minggu, 08 Januari 2012 | 15.51

Muhammad Syafii Tampubolon | Buat Lencana Anda


Benarlah apa yang dikatakan Allah tentang ayat-ayat siksaan bagi yang tidak beriman dan juga yang tidak menjaga keluarganya dari api neraka yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia, mungkin bisa kita nikmati sebentar cupilkan video dibawah ini, batu itu meleleh karna larva, tidak usah menunggu saat itu tiba, contoh kecil ini sudah bisa membuat kita untuk berfikir sejenak.







Semoga Pesan singkat ini bisa membuatku berfikir sejenak....

Luthfie Syaukani tokoh JIL hina dan katakan wanita berjilbab bodoh!

Written By Pelatihan blog4 on Jumat, 06 Januari 2012 | 11.29

Bilal: Jum'at, 6 Januari 2012 17:54:50
JAKARTA (Arrahmah.com) - Aktifis Jaringan Islam Liberal (JIL) Luthfie Assyaukanie yang gemar menggugat nilai-nilai Islam yang mapan kali ini menyerang kembali penggunaan jilbab yang digunakan wanita dalam kehidupan sehari-hari sebagai tindakan yang bodoh. Menurutnya, jilbab dipakai khusus untuk shalat atau pengajian.

“Jilbab itu kan dipake khusus buat shalat atau ke pengajian. Kalau di tempat umum ya mesti dibuka. Bego aja kebalik-balik,” cerca Luthfie dalam percakapannya dengan teman diskusinya, Nongmahmada via twitter, Jum’at (6/1).

Tidak hanya sampai di situ, Luthfie menyamakan jilbab dengan swimsuit. Pakaian itu penggunaannya bersifat situasional. Kalau mau pergi mengaji ya pakai jilbab. Kalau mau berenang ya pakai baju renang. “Masa renang pake mukena,” tukasnya lagi. “Segampang itu kok nggak paham,” ujarnya yang ditimpali Nongmahmada fenomena jilbab di tempat umum sebagai mabok jilbab.

Diskusi itu juga sempat berlanjut ke persoalan aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok umat Islam. Kembali dalam twitnya, Luthfie mengatakan pendapat yang bisa mengundang kontroversi, yakni tentang alasan orang beragama. “Kenapa orang beragama? 1) karena miskin; 2) karena rentan dan merasa terancam,” ujarnya dikutip dari khalifah.co.id.

Diskusi yang dilakukan kedua makhluk liberal ini sungguh telah menghina syari’at jilbab sesungguhnya. Lantas, bagaimana hukum Jilbab sebenarnya? Mari kita simak ayat di bawah ini.

Makna Jilbab

Allah berfirman:

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Dalam ayat Al ahzab: 59 di atas ada kata jalaabiib, bentuk plural dari mufrodnya (kata tunggalnya) yaitu jilbab, yang memiliki makna:

Kerudung besar yang menutupi semua anggota badan, sebagaimana penjelasan Imam Al-Qurthubi (Tafsir Al-Qurthubi 14/232).

Pakaian yang menutupi semua anggota badan wanita, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Mas’ud, Ubaidah, Qotadah, Hasan Basri, Said bin Jubair, Ibrahim An-Nakhoi dan Atho’ al­Khurasani. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/424, Al­Muhalla 3/219).

Selimut yang menutupi wajah wanita dan semua anggota badannya tatkala akan keluar, sebagaimana yang dituturkan Ibnu Sirin. (Lihat Tafsir Ad-Durul Mansur 6/657, Tafsir Al­Baidhowy 4/284, Tafsir An-Nasafi 3/453 581, Fathul Qadir 4/304, Ibnu Katsir 6/424 dan Tafsir Abu Su’ud 7/108).

Pakaian yang menutup dari atas kepala sampai ke bawah, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Abbas. (Lihat Tafsir Al-Alusy 22/88).

Selendang besar yang menutupi kerudung. sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Mas’ud dan para tabi’in. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/ 425).

Pakaian sejenis kerudung besar yang menutupi semua badan, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud.(Lihat Tafsir Ats­Tsa’labi 2/581).

Para ulama’ bersepakat bahwa jilbab hukumnya adalah wajib berdasarkan Al-Quran dan sunnah.

Hukum Berjilbab

A. Berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an:

1. Surat A1-Ahzab: 59.

Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.

Surat A1-Ahzab: 33.

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.

Perintah wanita agar menetap di rumah menunjukkan keharusan berjilbab tatkala keluar darinya.

Surat An-Nur: 31

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.

Apabila menampakkan perhiasan saja dilarang bagi wanita, lantas bagaimana lagi kalau bersolek dan menampakkan keindahan tubuh mereka?!!.

B. Adapun dalil-dalil dari Sunnah:

Hadits yang mengancam wanita tidak masuk surga karena tidak berjilbab. Rasulullah r bersabda: Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya: Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 th). (HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421).

Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid berkata: “Hadits ini menunjukkan bahwa tabarruj (bersoleknya kaum wanita) termasuk dosa besar”.

Wanita adalah aurat, dia wajib berjilbab. Rasulullah SAW bersabda:

“Wanita itu adalah aurat, apabila dia keluar akan dibuat indah oleh syetan.” (Shahih. HR Tirmidzi 1093, Ibnu Hibban dan At-Thabrani dalam kitab Mu’jmu1 Kabir.Lihat A1-Irwa’: 273).

Ummu Salamah berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana wanita berbuat dengan pakaiannya yang menjulur ke bawah? Beliau rbersabda: Hendaklah mereka memanjangkan satu jengkal, lalu ia bertanya lagi: Bagaimana bila masih terbuka kakinya? Beliau menjawab: “Hendaknya menambah satu hasta, dan tidak boleh lebih”. (HR. Tirmidzi 653 dan berkata: “Hadits hasan shahih“).

Kisah wanita yang akan berangkat menunaikan shalat ‘ied, ia tidak memiliki jilbab, maka diperintah oleh Rasulullah SAW: “Hendaknya Saudarinya meminjaminya Jilbab untuknya “. (HR. Bukhari No. 318).

Mengapa wanita mukminah harus berjilbab?

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.”

Sudah kesepakatan Ulama bahwa kaum mslimin pada umumnya dala berpakaian harus membedakan diri dari kaum kafir, begitu juga kaum wanita mukminah, agar mereka menjaga auratnya dan berbeda dengan wanita-wanita kafir.

Wallahu a’lam bishshowab.

Lembaga Fatwa Mesir menarik fatwa

Written By Pelatihan blog4 on Senin, 02 Januari 2012 | 16.35

Lembaga Fatwa Mesir menarik fatwa kebolehan sistem MLM (Multi Level Marketing) atau Nizhaam at-Taswiiq asy-Syabaki dan sekarang mengharamkannya:

 اطلعنا على أسئلة كثيرة وردت إلينا عبر منافذ الفتوى المختلفة تسأل عن حكم التسويق الشبكي، وتم تأجيلُها لحين استكمال بحثها ودراستها، وقُيِّدَ آخرُها بتاريخ: 7/ 12/ 2011م ورقم 582 لسنة 2011م، وحاصل ما تضمنته هذه الأسئلة: الاستفتاء عن حكم التسويق الهرمي الذي تقوم به شركة (Q.net)؟ علمًا بأن دار الإفتاء المصرية قد أصدرت من نحو ستة أشهر فتوى بجواز هذا النوع من المعاملات، ثم امتنعت عن إصدار حكم بشأنها بعد ذلك لحين الانتهاء من دراستها.

الـجـــواب : أمانة الفتوى

     تمر الفتوى بأربع مراحل أساسية في ذهن المفتي، هي: التصوير، والتكييف، وبيان الحكم، ومرحلة التنزيل وإصدار الفتوى، وأهم هذه المراحل هي مرحلة التصوير؛ إذ ينبني عليها ما بعدها؛ من تكييف، وبيان حكم، وتنزيل، فالتصوير الدقيق المطابق لواقع النازلة المسؤول عنها شرط أساسي لصدور الفتوى بشكل صحيح، وكلما كان التصوير صحيحًا مطابقًا للواقع -وأجريت المراحل التالية على الوجه المرضي - كلما كانت الفتوى أبعد عن الخطأ وأقرب إلى تحقيق مقاصد الشرع الكلية ومصالح الخلق المرعية، وانعدام هذا الشرط يؤدي إلى أن تكون الفتوى الصادرة غير معبرة عن حقيقة الأمر، وعن ذلك عبر العلماء بقولهم: "الحكم على الشيء فرعٌ عن تَصَوِّره". وعبء التصوير أساسًا يقع على السائل، لكن المفتي ينبغي عليه أن يتحرى بواسطة السؤال عن الجهات الأربع التي تختلف الأحكام باختلافها، وكثيرًا ما يتم الخلط والاختلاط من قبل السائل بشأنها، وهي الزمان والمكان والأشخاص والأحوال، كما ينبغي على المفتي أيضا أن يتأكد من تعلق السؤال بالفرد وبالجماعة؛ لأن الفتوى تختلف باختلاف هذين الأمرين.

    وتزداد أهمية تصوير الفتاوى إذا تعلقت بالمعاملات المستحدثة؛ كما هو الحال في التسويق الشبكي والتسويق الهرمي، وقد تبين أن لهذا النوع من المعاملات تأثيرات اقتصادية واجتماعية واسعة المدى بعد ازدياد الشكوى منها ومن آثارها؛ ولذلك أحجمت أمانة الفتوى بدار الإفتاء المصرية عن استمرار الفتوى بحلها حتى تستجمع المعلومات المتاحة حول هذه المعاملات وتدرس مآلاتها والآثار التي يمكن أن تسببها على الاقتصاد المحلي، واجتمعت الأمانة في هذا الصدد بالأطراف ذات الصلة بهذه المعاملة؛ حرصًا على الاطلاع المباشر على تفاصيلها، ملتزمةً بالنظر في واقع المعاملة في مصر، فقابلت الأمانة في هذا السياق:

  1. مسؤولًا عن تسويق إحدى معاملات التسويق الشبكي بإحدى الشركات الممارسة لها في الشرق الأوسط؛ لبيان الإجراءات التي تتم من خلالها المعاملة، وتوضيح بعض مواطن الغموض في ممارستها.
  2.  بعض الأطراف المعارضة لممارسة هذا النوع من المعاملات؛ للوقوف على مدارك رفضهم لممارستها.
  3. بعض خبراء الاقتصاد والاجتماع؛ لبيان هذه الجوانب التي تتعلق بها سلبًا وإيجابًا. 

وبعد هذه الاجتماعات تبين للأمانة أنه لا بد من التقرير والتأكيد لأصول وأسس مهمة تكشف عن أهم ملامح سياق هذا النوع من المعاملات، ومن أهم هذه الأمور: 

  1.  أن الراجح من آراء الخبراء الاقتصاديين عدم التفرقة بين التسويق الشبكي والتسويق الهرمي (الذي إحدى صوره Q.net)؛ لما تشتمل عليه المعاملتان من الاشتراك في الاعتماد على مفهوم التسويق المباشر، إضافة إلى تبني مفهوم التسويق التشعبي المبني على التشجير والأذرع، وهذا يعني أن التسويق الشبكي والهرمي هما من قبيل الأشباه.
  2. أن هذا النوع من التسويق له خصائص يمكن رجوعها إلى أمرين:

الأول: تخفيض تكلفة التسويق والترويج عن طريق تقليل الوسائط والبيع المباشر.

والثاني: التحكم في التوزيع من خلال المعرفة الدقيقة بحركة المنتجات والعميل. 

  1. أن واقع هذا النوع من التسويق في السوقين المصرية والعالمية يكشف عن أن أهم المنتجات التي يتم تسويقها من خلال هذا النظام تتمثل في بعض السلع والخدمات مثل الساعات، والتملك بنظام اقتسام الوقت المعروف باسم "تايم شير" (Timeshare).
  2. أن واقع الممارسة في عالم التسويق المباشر يشتمل على نوعي الممارسة: الجادة؛ التي تجمع غالبًا بين شراء المنتج والتسويق له، وغير الجادة؛ مثل ما وقع من بعض الشركات التي باعت أسطوانات مدمجة لبعض برامج الحاسوب بأضعاف ثمنها على أنها أصلية ومحمية، ليُكْتَشَفَ بعد ذلك أنها متاحة مجانًا على شبكة المعلومات العالمية. 
ويرى الخبراء الاقتصاديون أن التفرقة بين هاتين الممارستين صعبة على الشخص العادي؛ وهذا يؤدي إلى عدم توفر الحماية الكافية للمشتري المسوق كما يشير إليه واقع هذه المعاملات، بل يذهب بعضهم إلى انعدامها بالكلية، مما يسهل وقوع التحايل ويؤدي إلى عدم الحصول على الضمان عنده.
  1. من أهم ملامح واقع هذه المعاملة عدم توفر الأطر القانونية الخاصة المنظمة لعمل الشركات في هذا المجال؛ فلا توجد قوانين مسنونة لتنظيم التعامل بها. 
  2. أن مؤشرات التحليل الاقتصادي لهذه المعاملة تكشف عن أمور ذات واقع سلبي، أهمها:
‌أ- غياب الرقابة المالية.

‌ب- التأثير السلبي لهذه المعاملة على الاقتصاديات المحلية، وذلك يتضح في جانبي الإنتاج وحجم الادخار من العملة الأجنبية.

‌ج- والأثر الخطير على منظومة القيم في المجتمعات، من خلال التشجيع على الاستهلاك غير الرشيد، وعلى الاتجاه نحو الكسب السريع الذي لا ينتج عن تحسن في حجم الإنتاج.

7.   هناك مؤشرات توضح تأثر منظومة العمل التقليدية سلبيًّا بهذه المعاملة؛ حيث تغير مفهوم العمل من العمل المنظم إداريًّا إلى العمل المطلق من قيدي السلطة والمسؤولية اللذين بهما يمكن القيام بالمتابعة والتعديل للأداء، وكذلك المحاسبة على مدى مشروعية الأدوات المستخدمة في العمل.

8.   وهناك مؤشرات أخرى ملموسة توضح عمومَ البلوى بها وتَحَوُّلَ كثيرٍ مِن الممارسين لهذه المعاملة مِن "العمل بعضَ الوقت" (Part time) إلى "العمل كلّ الوقت" (Full time)، بما يؤذن بانسداد المهن أو تأثرها سلبًا على الأقل، وخير شاهد لذلك: ما رصَدَتْه دار الإفتاء المصرية في معدَّلاتها الإحصائية اليومية للفتاوى اليومية إليها عبر منافذها المختلفة؛ شفوية وهاتفية وإلكترونية ومكتوبة من أسئلة كثيرة عن هذا النوع من المعاملات.

و"التسويق الشبكي" هو أحد الأفكار الحديثة في عالم التسويق، والواقع يرشدنا إلى أنه ليس معاملة واحدة في تفاصيلها وصورها، وإن اتحدت في معالمها الرئيسة؛ فالحكم الشرعي فيها لا بد أن يُنَزَّل على واقع وتفاصيل محددة بعينها؛ والمعاملة المسؤول عنها تعتمد على فكرة مفادها قيام البائع الذي يرغب في التسويق لسلعته ويشجع على ذلك بوضع حافز مادي تشجيعًا للمشتري كلما جاء عدد معين من المشترين الآخرين نتيجة لتسويق ذلك المشتري، وتزيد نسبة الحافز بناء على زيادة عدد المشترين. 

وبخصوص هذه المعاملة محل السؤال فإنها تشتمل على شرط التوازن في حق المشتري المسوق حيث يشترط في حقه أن يقوم بالتسويق لعدد من المشترين يمتدون في شكل ذراعين، في كل ذراع عدد محدد من المشترين. 

وعليه فإذا كانت صورة المسألة على ما ذكرنا، وفي السياق المشار إليه سلفًا، فإن الفقهاء والعلماء المعاصرين سلكوا مسلكين في تكييفها، هما:

المسلك الأول: وهو تكييف هذه المعاملة من خلال العقود المسماة في الفقه الموروث سواء بجعلها عبارة عن عقدين منفصلين، أم عن طريق جعلها عقدين مركبين.

وقد اختلفوا في تعيين العقدين؛ فقال فريق: هما الشراء والجعالة، وقال الآخر: الشراء والسمسرة. 

المسلك الثاني: هو تكييف هذه المعاملة من خلال العقود غير المسماة –التي لم ينص عليها في الفقه الموروث-، وهذا مقتضى ما تشتمل عليه هذه المعاملة من عناصر ومكونات اقتصادية جديدة تمتاز بها عن العقود المسماة في الفقه الموروث.

ويتضح من اختلاف المسلكين أن المعنى المؤثر في تكييف هذه المعاملة يتمثل في عملية التسويق؛ فالمسلك الأول يختلف أصحابه في تعيين العقد الأليق بعملية التسويق سواء تبنَّوْا انفصالها عن عقد الشراء الأول وصيَّروهما عقدين منفصلين، أم تبنَّوا اتصالها به، وصيَّروهما عقدًا مركبًا منهما.

والمعاملة المسؤول عنها - والتي يمكن تسميتها بالشراء التسويقي - قد اشتملت على معانٍ لا تظهر إلا من خلال تتبع المآلات ومراجعة خبراء السوق، وهذا يجعلها حرامًا شرعًا على كلا المسلكين، وأهم هذه المعاني:

- مخالفة هذه المعاملة لشرطين من شروط صحة المعاملات المستحدثة وهما:

1- اشتراط حفاظ المعاملة على اتزان السوق، وهو الشرط الذي من أجله حرم الشرع الشريف الاحتكار وتلقي الركبان مما يجعل هذه المعاملة ذات تأثير سلبي على السوق.

2- تحقيق مصلحة المتعاقدين؛ حيث إن مصلحة المشتري المسوق تزيد نسبة المخاطرة فيها بشكل واضح نتيجة صعوبة تحقق شرط العائد المادي للتسويق.

- فقدان الحماية لمن يمارس هذه المعاملة من الناحيتين الاقتصادية والقانونية، وهذا يجعل المشتري المُسَوِّق يتعرض لخطر كبير متولد من عدم وجود تشريع ينظم العلاقات بين الشركة البائعة والمشتري؛ فليس للأخير ما يضمن حقه بالرجوع على الشركة ومقاضاتها إذا احتاج إلى ذلك في استيفاء حقوقه؛ فالمشتري المُسَوِّق قد يبذل جهدا ويتكبد في سبيل التسويق لهذه السلعة وقتا وجهدا كثيرا، وهو قد بذل ذلك تحت وعد من الشركة بأداء مقابل لهذا الجهد بالشرط المتفق عليه، ولا يوجد في الحقيقة ما يضمن ذلك من الناحية القانونية.

- بالإضافة إلى ما سبق فإن الطريقة التي تجري بها هذه المعاملة تعتبر مجرد وسيلة لكسب المال السريع لا أكثر، سواء بالنسبة لصاحب الشركة أو للعملاء، فإنه مع توسط السلعة في كسب المال هنا، إلا أن السلعة لم تعد هي المقصودة في عملية الشراء، بل أصبحت سلعة صورية وجودها غير مؤثر، فالمقصد الحقيقي الظاهر من هذه المعاملة مجرد التوصل إلى الربح، ولقد قال جمع من الفقهاء بإعمال المعاني والأخذ بها في العقود التي يقوى فيها جانب المعنى، قال العلامة ابن حجر الهيتمي في "تحفة المحتاج في شرح المنهاج" (4/402، ط. دار إحياء التراث العربي): [وزَعْم أن الصحيح مراعاة اللفظ في المبيع لا المعنى غير صحيح؛ بل تارة يراعون هذا وتارة يراعون هذا بحسب المدرك] اهـ، قال العلامة ابن قاسم العبادي في الحاشية معلقا على كلام ابن حجر: [والغالب عليهم مراعاة اللفظ ما لم يقوَ جانب المعنى] اهـ.

وبناء على ذلك كله: فإن هذه المعاملة تكون بهذه الحال المسئول عنها حرامًا شرعًا؛ لاشتمالها على المعاني السابقة، خاصة بعد أن ثبت لدى أهل الاختصاص أن شيوع مثل هذا النمط من التسويق يُخِلُّ بمنظومة العمل التقليدية التي تعتمد على الوسائط المتعددة، وهو في ذات الوقت لا يُنشِئُ منظومة أخرى بديلة منضبطة ومستقرة، ويُضيِّق فرص العمل، ووُجِد أن هذا الضَّرب من التسويق قد يدفع الأفراد إلى ممارسات غير أخلاقية من كذب الموزع أو استخدامه لألوان من الجذب يمكن أن تمثل عيبًا في إرادة المشتري؛ كالتركيز على قضية العمولة وإهدار الكلام عن العقد الأساس -وهو شراء السلعة-، وقد سبق لأمانة الفتوى أن نبهت في الفتوى السابقة بشأن هذه المعاملة إلى أن خلوها من هذه المحاذير شرط في حلها؛ فحصل اللبس بعدم الالتفات إلى هذه القيود، وقد تبين لأمانة الفتوى بعد دراسة واقع هذه المعاملة أنها مشتملة على هذه المحاذير التي تمنع حلها؛ وهذا ما دعاها إلى الجزم بتحريمها صراحةً؛ فلا يحل التعامل بها حينئذ؛ لعدم سلامتها من هذه المحاذير المذكورة؛ حيث لا توجد الحماية القانونية والاقتصادية للمشتري المسوق، وحيث تحققت فيها الصورية في السلعة محل التسويق التي صارت مجرد وسيلة للاشتراك في النظام وليست مقصودة لذاتها ولا محتاجا إليها بالفعل، وأصبح إخلالها بمنظومة العمل التقليدية واقعًا صعبًا ملموسًا يحتاج إلى علاج حقيقي وحاسم.

Judul diatas diambil dari status Muhammad Rifqi Arriza

Berita Indonesia Di Twitter

Written By Pelatihan blog4 on Rabu, 21 Desember 2011 | 23.44






































Berita Mesir


Makna Bid'ah (Oleh Ali Jum'ah)

Written By Pelatihan blog4 on Minggu, 18 Desember 2011 | 11.27



Video Pemuka Agama









 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. cinta mua - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger